Sejarah Menarik Julukan Garut sebagai Swiss Van Java

Opak
27 Agustus 2018

Ada sejarah menarik loh di balik julukan SWISS VAN JAVA yg di terima oleh kota GARUT KITA, penasarankan cerita sejarahnya?? Langsung aja kita simak ulasan di bawah yuk👇🏼👇🏼

Charlie Chaplin pernah dua kali datang ke Indonesia dan dua-duanya sempat menginap di Garut. Kunjungan pertamanya ke Garut terjadi pada tahun 1927 dan kedatangan keduanya pada tahun 1932.
Saat berkunjung pertama, tujuan utamanya adalah Kota Bandung, dari Bandung Chaplin naik kereta api ke Garut dan berhenti di Stasiun Kereta Cibatu di utara Garut. Pada masanya, Cibatu adalah stasiun besar, saat itu dengan kondisi alamnya yang indah, Garut memang merupakan daerah favorit wisatawan Eropa.
Saat di Garut, Chaplin menginap di Hotel Grand Ngamplang, kurang lebih satu kilometer dari Garut kota ke jalan menuju Tasikmalaya. Tempat ini merupakan sebuah perbukitan yang sejuk, 900 meter di atas permukaan laut.
Nama hotel ini dulunya De Villa Fanny van het Hotel Sanatorium Garoet. Pernah berubah menjadi Grand Sanatorium Ngamplang. Luas hotel di daerah Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut ini, mencapai 25 hektare.
Pada tahun 1948, hotel peninggalan Belanda itu dihancurkan. mereka khawatir hotel itu akan digunakan Belanda lagi. “Waktu itu hanya fondasi hotel yang tersisa,” kata Kapten Infanteri Tukiman, Koordinator Operasi dan Pengamanan Ngamplang.
Selain di Ngamplang, Charlie Chaplin berwisata ke Kawah Papandanyan, Kamojang, dan Situ Cangkuang. Kabarnya, Chaplin kagum dengan keindahan sekitar kawah Papandayan. Karena keindahannya itu, Chaplin konon menyebut Garut sebagai Switzerland van Java alias Swiss-nya Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BOOKING
1
×
Haloo..
Ada yang bisa saya bantu?